Sometimes...
"1 goresan kebaikan telah kutambahkan dalam catatan amalnya..."
berkatalah tangan suatu hari...
"aku juga... aku juga..."
seru si mungil lidah tak mau ketinggalan
"kalian ingat? akupun menambah panjang catatan kebaikannya..."
telinga tak kalah lantang bersuara
"hey... kalian melupakanku ya? tanpa aku, kalian tak akan bisa mencatat amal kebaikan..."
protes sepasang kaki
"tanpa akupun, kau akan berjalan tak tau arah wahai kaki..."
mata tak kalah sengit membalas protes kaki
Saat itu... sepintas seperti ada suara tangis lirih, disela percakapan mereka...
nyaris tak terdengar mulanya...
lama... semakin lama, semakin keras... semakin deras...
Hal itu sungguh mengusik tangan, lidah, telinga, kaki dan mata...
sampai akhirnya, mereka pun menyadari ada yang tertinggal...
"duhai hati... mengapa engkau menangis?"
tanya mata penuh kasih sayang
Si lembut hati bukannya diam, tangisannya pecah & malah semakin kencang...
Ia ingin menumpahkan kegelisahannya...
Ia ungkapkan semua resahnya...
"hal apakah yang merisaukanmu wahai hati yg lembut?"
lidah berupaya membujuk hati
hatipun bicara...
"aku... aku... aku takut catatan amal kalian tak bernilai apa-apa tanpaku...
aku takut sekali...
aku merasa tangan tak pernah mengajakku ikut serta saat melakukan kebaikan...
aku merasa lidahpun tak pernah mengajakku saat menyampaikan kebenaran...
begitupun telinga, kaki dan bahkan matapun tak pernah mengikutsertakanku saat melakukan kebaikan...
kalian asyik berjalan sendiri-sendiri...
kalian melupakanku...
duhai kalian yang sedang meributkan catatan amal...
apa arti tumpukan pengakuan kalian, jika tidak pernah menyertakan aku didalamnya...?
aku takut... hanya menjadi kesia-siaan belaka..."
protes hati
Us Has
07:08
New Google SEO
Bandung, Indonesia
